blank

Bahasa Inggris Bahasa Munafik? Sebuah kisah Inspiratif

“Bahasa Munafik”

Well pernah nggak Guys mendengar seperti di atas?

Suatu ketika saya berada di antara diskusi. Nah di sana dibahas bahasa. Suatu ketika ada yang bilang “Bahasa Inggris Bahasa Munafik”.
Nah pada saat itu teman diskusi belum terlalu mengenal saya. Ketika saya pasang wajah kaget. Mereka tanya. “Kenapa Mbak? Oya kita belum kenalan. Mbak orang mana?” Dengan senyum saya jawab, “Kampung Inggris.”

Nah tapi ini bukan pertama kali. Ibu saya sendiri pun pernah berkata demikian. Ketika itu saya masih SD. Saya mendengar Lagu Western di Music Box. Tiba-tiba Ibu datang,
“Lagu Bahasa Munafik ko didengar.”
“Kok bisa?” Tanya saya.
“O dibaca A o dibaca u dll.”
Saya diam.

Ketika SLTP saya kembali mendengar. Ketahuan Ibu saya.
“Mending dengerin murottal Mbak. Hafalin tajwid dan ghorib lak enak.” Padahal lima menit sebelumnya saya sudah mendengar lima surah. Saya pun menurut.

Ketika SLTA saya mendengar lagi lagu western dari MP3 android. Ibu kembali menegur.
“Kok ndak bosan”
“Maaf Buk, buat belajar ujian listening dan speaking.” Jawab saya. Dan ganti Ibu yang diam. Ternyata di luar sana banyak seperti Ibu. Sampai ketika saya di pondok Allah mengenalkan saya dengan cara berpikir analitis.

Suatu saat saya memberanikan diri untuk menjelaskan statements saya.

Saya pun menjawab rekan yang membahas itu dengan pertanyaan.
“Mbak, mengapa dunya dibaca jelas dun ya dan manyaro dibaca dengung mayaro?”
“Mengapa majroha dibaca majreha?”
“Mengapa La manna dibaca setengah la tak manunna?”
“Mengapa ada idghom, ikhfa, dan berbagai musykilat atau pengecualiannya? Pertanyaan saya terus berlaju sejalan jawaban teman saya.

Setiap bahasa memiliki kaidah fashohah masing-masing. Bahasa Inggris pun memiliki ilmu phonologi tentang bunyi huruf dan juga pronounciation tentang pengucapan. Lalu dibahas lagi American dan British style.

Misalnya huruf C. Bisa dibaca K , S, C.
Mengapa Chocolate di baca Caklet bukan Caclet atau Kaklet?
Setiap C bertemu E semu dibaca S. Nice,rice, face??

Setiap C bertemu H dibaca C. Choose, chalk, cheese???

Setiap C selain H dan E dibaca K. Cute, cone, crispy??

Tertata bukan?
Misal setiap ER dibaca A. Master boleh dibaca MASTA atau Water dibaca WATA.

Dengan demikian kita tahu bahwa Bahasa Inggris tidak munafik dan ngawur. Begitu pula bahasa lain. Ejaan lama misalnya, oe dibaca u, dj dibaca j dan seterusnya.

Di sini bukan tentang tendensi (kecondongan) saya. Tetapi saya ingin menyelaraskan. Saya pun bukan ahli bahasa dan tidak pula jago Bahasa Inggris. Tapi di sinilah esensi pentingnya menghargai berbagai disiplin ilmu. Okay? Diakui atau tidak, bahasa kita Indonesia banyak menyerap dari Bahasa Inggris.

Related Posts