Bangkinang merupakan ibukota Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Bangkinang adalah ibu kota Kabupaten Kampar, Riau yang berjarak 60 km dari Pekanbaru (ibu kota provinsi Riau). Sebagai ibu kota kabupaten yang berdekatan dengan ibu kota provinsi dan menjadi daerah penghubung menuju Sumatera Barat. Mayoritas penduduk Bangkinang beragama Islam. Daerah ini awalnya merupakan bagian dari Sumatra Barat yang dahulunya dikenal sebagai wilayah dari V Koto (Kuok, Salo, Bangkinang, Airtiris, Rumbio), tetapi setelah penjajahan Jepang, dengan pembagian distrik yang ditentukan oleh Jepang, maka Bangkinang dipindahkan ke dalam Provinsi Riau bersama dengan Rokan Hulu dan Kuantan Sengingi,
Bangkinang Kota Pelajar?
Apakah Bangkinang bisa disebut juga sebagai kota pelajar? walaupun termasuk kota kecil, namun memiliki tiga kampus dengan bidang keilmuan yang berbeda. Kampus-kampus di Bangkinang akan dipaparkan pada postiongan ini. di beberapa kota kabupaten di Provinsi Riau tidak semuanya memiliki perguruan tinggi sebanyak Bangkinang, misalnya di Kuantan Singingi dan lain-lain
Kampus di Bangkinang Kabupaten Kampar
-
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai merupakan lembaga pendidikan tinggi (perguruan tinggi) yang berada dalam naungan Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai Riau. Kendatipun nama Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai baru ada sejak Tahun Akademik 2017, sesuai izin Dikti nomor 97/KPT/I/2017, tertanggal 20 Januari 2017, pada dasarnya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai merupakan penyatuan dari dua Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Tuanku Tambusai (berdiri sejak 2006) dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pahlawan Tuanku Tambusai (berdiri sejak 2012).
STIKes Tuanku Tambusai yang akan menjadi cikal bakal Fakultas Ilmu Kesehatan pada Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai sejatinya adalah gabungan dari Akademi Keperawatan (beridiri 1996), Akademi Kebidanan (berdiri 2003), serta S1 Keperawatan (berdiri 2006). Dengan kemauan keras untuk mengembangkan dirinya, maka tahun 2009 mendapatkan izin untuk menyelenggarakan program studi DIV Bidan Pendidik dan berturut-turut izin Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (2011), S1 Gizi (2012) dan Profesi Ners (2014).

Sedangkan STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai berdiri pada Tahun 2012 dengan menyelenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (2012), S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD, 2012), S1 Pendidikan Matematika (2012) dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris (2015). Dengan kemauan dan usaha yang keras dari seluruh stakeholder, maka pada tahun 2017 Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai mendapat kabar baik dengan disetujuinya perubahan bentuk dan penggabungan dari STIKes dan STKIP menjadi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai sekaligus untuk menyelenggarakan tambahan lima Program Studi, yaitu S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Industri, dan S1 Hukum
-
STIE Bangkinang
Saat ini STEI memiliki 4 Program Studi terakreditasi A yang terdiri dari : Program Studi S1 Akuntansi. Program Studi S1 Manajemen. Program Studi D3 Akuntansi. Program Studi D3 Manajemen Perdagangan.
Dikutip dari Tribun News sejarah berdirinya STIE Bangkinang dijabarkan sebagai berikut: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang berdiri sejak Tahun 1999 dengan Surat Keputusan Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar Nomor: 01/YLPK/1999 dan Izin Mendikbud Republik Indonesia melalui Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 165/D/O/1999 tanggal 5 November 1999 yang terdiri dari 2 (dua) Program Studi, yaitu Program Studi Manajemen (S1) dan Program Studi Akuntansi (S1).

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang dalam kehadirannya merupakan panggilan tanggungjawab untuk berperan serta dalam pembangunan nasional dalam pendidikan tinggi, mengingat bahwa Pembangunan Indonesia umumnya dan Kabupaten Kampar khususnya baik masa kini maupun masa yang akan datang sangat membutuhkan tenaga yang profesional. Maksud dan tujuan pendirian Sekolah TInggi Ilmu Ekonomi Bangkinang adalah untuk membentuk manusia usila yang cakap, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempunyai keinsyafan khususnya dan dunia pada umumnya untuk berdirinya pribadi dalam mengusahakan Ilmu Pengetahuan, mampu dalam memangku Jabatan Negara atau pekerjaan masyarakat yang membutuhkan pengajaran yang berilmu pengatahuan.
Sejak dikeluarkannya Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 165/D/O/1999 tanggal 5 November 1999, maka Dirjen Dikti telah memberikan perpanjangan ijin pertama pada tahun 2007 untuk dua program studi yaitu Nomor: 1294/D/T/2007 tanggal 7 Juni 2007 untuk Program Studi Manajemen dan Nomor: 1295/D/T/2007 tanggal 7 Juni 2007 untuk Program Studi Akuntansi. Kedua program studi tersebut sudah terakreditasi melalui Keputusan BAN-PT Nomor: 002/BAN-PT/Ak-XIV/S1/V/2011 untuk Program Studi Manajemen dan Nomor: 001/BAN-PT/Ak-XIV/S1/V/2011 untuk Program Studi Akuntansi.
-
Politeknik Kampar
Dilansir dari laman resmi Politeknik Kampar, dapat diuraikan sejarah berdirinya Polkam Kabupaten Kampar sebagai berikut: Politeknik Kampar adalah perguruan tinggi swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Datuk Tabano. Politeknik Kampar mendapatkan izin operasional dari Dirjen Dikti melalui Surat Keputusan Nomor 68/D/O/2008. Politeknik didirikan atas kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Dirjen Dikti yang dituangkan dalam kontrak Nomor 0910/D2.2/2008 tanggal 22 April 2008. Pada kontrak tersebut disepakati tentang sharing budget, dimana Pemerintah Kabupaten Kampar menyediakan infrastruktur berupa penyediaan lahan dan pembangunan gedung untuk kampus Politeknik Kampar.

Sementara itu, Dirjen Dikti melaksanakan program pengembangan termasuk pengadaan peralatan laboratorium melalui program hibah pendirian Politeknik Baru bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten yang diselenggarakan dari tahun 2008 hingga 2011. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kampar atas persetujuan DPRD Kampar telah menyetujui pembangunan Kampus Politeknik Kampar dengan sistem multi-years yang dituangkan dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2008 tanggal 15 Februari 2008.
Politeknik Kampar dibangun diatas lahan seluas ±22ha dimana pembangunan pertama dilaksanakan di awal 2009 dan selesai di tahun 2010 dengan total luas bangunan untuk 5 gedungadalah 13.344,63 m2. Selain pembebasan lahan dan pembangunan gedung, Pemerintah Kabupaten Kampar juga menyediakan furnitur untuk keperluan kampus seperti Air Conditioner (AC), lemari-lemari penyimpanan arsip, meja dan kursi kerja, meja dan kursi kuliah, glassboard (papan tulis dari kaca) dan peralatan kerja lainnya. Sementara itu, dimulai pada tahun 2008 hingga tahun 2013,
Dirjen Dikti melalui Satuan Pelaksana Program Pendirian dan Pengembangan (SP4) Politeknik memberikan hibah ke Politeknik Kampar. Melalui hibah tersebut, Politeknik Kampar melakukan pengembangan SDM bergelar dan tidak bergelar, di dalam maupun di luar negeri. Dari program pengembangan tersebut, Selain itu, hibah yang didapatkan juga digunakan untuk pengadaan peralatan laboratorium untuk program studi Teknik Pengolahan Sawit, Perawatan dan Perbaikan Mesin, Teknik Informatika serta peralatan ICT.



