blank

Mahasiswa di Bandar Lampung Dianiaya OTK, Pelaku Ngaku Oknum Anggota

Lampung Geh, Bandar Lampung –Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lampung menjadi korban penganiayaan oleh seorang laki-laki yang mengaku sebagai oknum ‘anggota’ di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (9/3) lalu.

Peristiwa itu bermula saat korban, Taupik (22) mengendarai motor dan didahului oleh terduga pelaku. Korban menegur terduga pelaku karena cara berkendara membahayakan orang lain.
“Kejadian berawal saat keponakan saya sedang mengendarai sepeda motor kemudian disalip (didahului) oleh pelaku. Taupik menegur pelaku untuk berhati-hati sebab caranya membawa motor bisa membahayakan orang lain,” ungkap Iswadi selaku Pamannya.
Karena tidak terima ditegur oleh korban, pelaku meminta korban menepi dan langsung merusak kaca helm kemudian memukul wajah korban.
“Pelaku tidak terima dan mengajak Taupik menepikan kendaraan. Saat itulah pelaku menghampiri Taupik dan langsung merusak kaca helmnya lalu memukul wajah Taupik sebanyak lima kali,” tambahnya.
Peristiwa ini sempat dilerai oleh pengendara ojek online yang sedang melintas. Kemudian korban mengajak menyelesaikan kejadian ini di kantor polisi, namun pelaku justru mengajak korban berkelahi. Tak ditanggapi ajakan berkelahi, pelaku pun melarikan diri.
“Pelaku kembali menyalipnya dan melarikan diri, keponakan saya sempat memotret pelat motor pelaku dengan nomor polisi BE 2320 ABB,” kata Iswadi.
Akibat kejadian ini pelaku mengalami luka memar di bagian wajah dan hidung.
Saat ini korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukarame dengan nomor laporan: LP/B-88/III/2024/SPKT/SEK SKM/RESTA BLM/POLDA LPG untuk dilakukan penyelidikan.
Terpisah, Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito membernarkan insiden tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan.
“Ya, masih diselidiki,” kata Warsito saat dihubungi Lampung Geh, Rabu (13/3).
Ditanya soal terduga pelaku mengaku sebagai ‘anggota’, Warsito belum bisa memastikannya dan masih ditindaklanjuti. “Korban sendiri tidak mengenali,” tutupnya. (Put/Ansa)
Editor : Saputri,M
Sumber : kumparanNEWS

Related Posts