Cawapres 03 Mahfud MD mengaku sudah melihat dan membaca naskah akademik rancangan hak angket (hak menyelidiki) yang bakal digulirkan di DPR untuk mengusut dugaan kecurangan Pilpres 2024.
Mahfud menambahkan, dirinya juga dalam beberapa hari terakhir intens melakukan komunikasi dengan capres 03 Ganjar Pranowo dan tim hukum untuk konsultasi.
“Kemarin pekan lalu saya sama Ganjar hari Jumat pekan lalu. Bersama TPN, Bu Mega juga dan di luar itu banyak sekali bertemu tim hukum bersama dengan Mas Ganjar. Komunikasi kami jalan karena sudah ada garisnya dari ketua dan kerja sama partai pengusung agar mengambil dua jalur,” ucap Mahfud kepada wartawan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).
Dua jalur itu, yakni jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi dan jalur politik melalui hak angket di DPR.
“Satu jalur hukum, itu saya yang mengkoordinir pada tingkat pasangan calon. Kemudian jalur politik. Itu nanti, saya tidak ikut jalur politik, yaitu angket, karena saya bukan orang partai,” ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.
ADVERTISEMENT
Eks Ketua MK ini menjelaskan, dirinya sudah membaca naskah akademik hak angket. Ia menyebut, tebalnya mencapai 75 halaman.
“Tapi saya membaca bahwa rancangan angket itu serius dan sudah jadi. Saya sudah pegang naskah akademiknya tebal sekali. Di atas 75 halamanlah, ya, yang sudah saya baca itu,” ucap Mahfud.
Mahfud meyakini hak angket di DPR sudah pasti bakal berjalan. Meski begitu, ia menyebut hak angket tidak akan mengubah hasil pemilu.
“Jadi angket itu jalan. Tinggal, kan, itu perlu koordinasi teknis ya, siapa yang tanda tangan di depan. Itu sudah ada nama-namanya, tapi yang mau tanda tangan itu, kan, harus membaca dulu juga ya, biar nanti ketika mempertahankan itu tahu,” tutur dia.
Editor : Saputri,M
sumber : kumparanNEWS



