JawaPos.com – Bank Indonesia Jawa Timur menyiapkan uang kartal sebesar Rp 23,2 triliun untuk keperluan penukaran uang lebaran bagi masyarakat.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, jumlah uang kartal untuk lebaran tahun ini meningkat 4 persen dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp 22,3 triliun.
“Realisasi uang yang dibutuhkan masyarakat di Jatim untuk
lebaran pada tahun lalu adalah Rp 22,3 triliun. Tahun ini ditingkatkan sedikit 4 persen menjadi Rp 23,2 triliun,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Jatim Erwin Gunawan Hutapea, Selasa (19/3) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Jumlah tersebut tidak hanya digunakan untuk penukaran uang saja, melainkan sudah termasuk dalam memenuhi alokasi penarikan uang melalui ATM.
Erwin menambahkan jumlah uang yang telah disiapkan tersebut telah melalui proses koordinasi dengan seluruh perbankan di Jawa Timur.
Pihaknya sudah menyiapkan sekitar 500 titik penukaran uang baru yang merupakan lokasi resmi hasil koordinasi antara Bank Indonesia Jawa Timur dengan perbankan di wilayah setempat.
Namun tidak semua cabang perbankan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menukarkan uang baru karena hanya cabang-cabang tertentu saja yang akan melayani.
Selain itu, demi memudahkan masyarakat menukarkan uang baru secara resmi dan terpercaya, Bank Indonesia dan perbankan juga akan membuka lokasi penukaran uang resmi di rest area tol, hingga stasiun, pelabuhan, serta bandara.
“Tidak hanya itu, kita juga lakukan layanan penukaran secara terpadu dengan 10 bank di Grand City Mall Surabaya,” ungkapnya.
Erwin juga mengungkapkan, meskipun lokasi penukaran uang diperluas hingga ratusan titik dan rest area, namun pihaknya tetap membatasi penukaran uang kartal agar seluruh masyarakat bisa terlayani.
Dalam satu paket penukaran uang, isinya akan terdiri dari uang pecahan
Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 20 ribu dengan nilai total Rp 4 juta per paket.
“Saya juga mengimbau agar masyarakat jangan menukarkan uang pada oknum-oknum yang ada di pinggir jalan karena kita tidak tahu keaslian uang rupiah tersebut, dan jumlahnya pasti tidak sesuai dengan uang yang ditukarkan,” tegasnya.
Editor : Saputri,M
Sumber : JawaPos



